![]() |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Ajak Siswa Menjemput Sejarah, Temui Veteran dan Penerus Perjuangan |
Gerakan yang berlangsung pada 12–16
Agustus 2026 tersebut melibatkan pelajar SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten/kota
se-Jawa Timur. Program ini dirancang untuk mendekatkan peserta didik dengan
sejarah melalui pengalaman langsung, sekaligus menanamkan pendidikan karakter,
nasionalisme, serta penghargaan terhadap jasa para pejuang bangsa.
SMK Negeri 2 Ponorogo turut ambil
bagian dengan mengunjungi dua sosok yang memiliki keterkaitan erat dengan
sejarah perjuangan kemerdekaan. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (15/8/2026).
Kunjungan pertama dilakukan kepada Mbah
Hardjo Mislan, veteran yang kini berusia 112 tahun dan tinggal di Desa
Bedingin, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Mbah Hardjo tercatat sebagai
veteran sipil sekaligus pejuang kemerdekaan yang turut berjuang mempertahankan
kemerdekaan Indonesia pada masa perjuangan 1945.
Kisah perjuangan Mbah Hardjo menjadi
pengalaman berharga bagi para siswa. Dari sosok yang pernah merasakan langsung
getirnya perjuangan melawan penjajahan Belanda, termasuk perjuangan hingga
wilayah Surabaya, siswa diajak memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat
ini tidak diperoleh dengan mudah.
![]() |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Ajak Siswa Menjemput Sejarah, Temui Veteran dan Penerus Perjuangan |
Kunjungan berikutnya dilakukan
kepada Bapak Warno, di Jalan MT Haryono 71 A, Jingglong, Ponorogo. Bapak Warno
merupakan pelaku sekaligus penerus nilai-nilai perjuangan para veteran. Pertemuan
tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menyerap cerita, keteladanan, dan
semangat perjuangan yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Selain bersilaturahmi dan menggali
kisah perjuangan, rombongan SMK Negeri 2 Ponorogo juga menyerahkan bingkisan
sembako kepada para veteran dan penerus perjuangan yang dikunjungi. Pemberian
tersebut menjadi bentuk kepedulian dan penghormatan sekolah kepada sosok-sosok
yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo Suryanto,
M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam
pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran sejarah
tidak cukup hanya dilakukan melalui buku maupun ruang kelas. Interaksi secara
langsung dengan para pelaku dan penerus sejarah memberikan pengalaman yang
lebih bermakna bagi siswa.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak
tidak hanya mengenal sejarah dari buku pelajaran, tetapi dapat berinteraksi
langsung dengan saksi dan pelaku sejarah. Dari sana mereka dapat mengambil
nilai perjuangan, keteladanan, keberanian, dan pengorbanan untuk diterapkan
dalam kehidupan,” ujarnya.
Penyerahan bingkisan sembako,
lanjutnya, juga diharapkan menjadi bentuk sederhana dari rasa terima kasih dan
kepedulian generasi muda kepada para pejuang serta keluarga yang telah menjadi
bagian dari perjalanan bangsa.
Gerakan Menjemput Sejarah juga
menjadi momentum untuk membangun kesadaran generasi muda bahwa perjuangan
mempertahankan Indonesia tidak berhenti setelah kemerdekaan diproklamasikan.
Jika dahulu para pejuang berjuang
dengan tenaga dan keberanian untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan,
maka tugas generasi saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan belajar,
berkarya, berprestasi, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi terbaik
bagi bangsa.
Melalui kunjungan tersebut, SMK
Negeri 2 Ponorogo ingin menanamkan pesan kepada para peserta didik: kenang jasa
para pejuang, teladani semangatnya, dan lanjutkan perjuangannya melalui karya
serta prestasi.
Sebab, sejarah bukan sekadar cerita
masa lalu. Sejarah adalah sumber inspirasi bagi generasi hari ini untuk
melangkah dan menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik. (red)


Posting Komentar untuk "SMK Negeri 2 Ponorogo Ajak Siswa Menjemput Sejarah, Temui Veteran dan Penerus Perjuangan"