| Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri |
Sejumlah praktisi dari berbagai
sektor industri hadir langsung di sekolah. Mereka berbagi pengalaman sekaligus
memberikan pembelajaran berbasis praktik sesuai kebutuhan kompetensi
masing-masing konsentrasi keahlian.
Program tersebut menjadi bagian dari
upaya SMKN 2 Ponorogo mendekatkan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
Terlebih, siswa kelas XI dalam waktu dekat akan menjalani Praktik Kerja
Lapangan (PKL) selama enam bulan di dunia industri.
![]() |
| Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri |
Kepala SMKN 2 Ponorogo Suryanto,
M.Pd., mengatakan kehadiran praktisi industri memberikan pengalaman belajar
yang lebih kontekstual bagi siswa.
“Guru tamu dari industri menjadi
bagian penting dalam pembelajaran vokasi. Siswa tidak hanya belajar konsep dan
keterampilan di sekolah, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dari
praktisi yang setiap hari berkecimpung di dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Suryanto, standar kompetensi
di industri tidak berhenti pada kemampuan teknis. Karena itu, siswa juga
dibekali pemahaman mengenai budaya kerja, kedisiplinan, komunikasi, pelayanan,
keselamatan kerja, serta etika profesi.
“Harapannya, siswa lebih siap ketika
memasuki lingkungan industri dan mampu beradaptasi dengan standar kerja yang
berlaku,” tambahnya.
Waka Humas SMKN 2 Ponorogo Tarmin,
S.Kom., menambahkan, rangkaian guru tamu tersebut sekaligus menjadi pembekalan
sebelum siswa menjalani PKL.
| Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri |
“Kegiatan ini menjadi jembatan
antara sekolah dan dunia industri. Siswa mendapatkan pembekalan langsung dari
praktisi sehingga memiliki gambaran yang lebih nyata tentang standar kerja dan
budaya industri. Apalagi sebentar lagi mereka akan melaksanakan PKL selama enam
bulan,” jelas Tarmin.
Pembekalan diberikan lintas
konsentrasi keahlian. Pada Kecantikan, siswa mengikuti sejumlah workshop
bersama praktisi industri, mulai dari perawatan kulit kepala dan rambut,
pemangkasan dan pewarnaan, hingga greeting, grooming, dan rias
sehari-hari bersama CBD dan VIVA Cosmetic.
Materi lainnya meliputi greeting,
grooming, dan facial technology bersama Larisa, serta workshop rias
pengantin dan rias panggung bersama NUFACE.
Di konsentrasi Teknik Jaringan
Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), siswa mendapat materi Fiber Optik dan
Budaya Kerja di Dunia Industri bersama Jinom. Pembekalan juga mencakup
Pengenalan Fiber Optik serta K3LH bersama PT Restu Panca Alam.
Sementara itu, konsentrasi Desain
dan Produksi Busana (DPB) menghadirkan praktisi melalui materi Inovasi Upcycling
Teknik Origami Perca bersama Alaea Model Jogja dan pembuatan ecoprint
bersama AB by Anton Subroto.
Pembelajaran berbasis industri juga
menyentuh kompetensi kuliner. Siswa konsentrasi Kuliner mengikuti pelatihan Garnish
dan Fruit Carving bersama Indonesia Fruit Carving (IFC).
Di konsentrasi Perhotelan,
pembekalan berlangsung dengan materi yang dekat dengan kebutuhan operasional
hotel. Solo Paragon Hotel memberikan materi Mastering The First Impression:
Elevating Front Office Excellence.
Selain itu, siswa mendapatkan materi
Manajemen Operasional dan Standar Kualitas Kerja Departemen Housekeeping
bersama Premier Place Surabaya. Waringin Hospitality turut memberikan materi
Penerapan Standar Operasional dan Etika Pelayanan di Departemen Food and
Beverage Service.
![]() |
| Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri |
Sementara konsentrasi Usaha Layanan
Pariwisata (ULP) menggelar workshop Grooming and Greeting for Tourism
Student bersama VIVA Cosmetic.
Rangkaian tersebut memperlihatkan
bagaimana pembelajaran vokasi di SMKN 2 Ponorogo terus diarahkan agar tidak
berhenti di ruang kelas. Interaksi dengan praktisi memberikan kesempatan kepada
siswa untuk melihat secara langsung bagaimana kompetensi diterapkan dalam
situasi kerja.
Bagi siswa kelas XI, pengalaman itu
menjadi bekal penting menjelang PKL. Mereka diharapkan tidak hanya membawa
kemampuan teknis saat memasuki industri, tetapi juga memahami cara
berkomunikasi, bekerja dalam tim, menjaga etika profesi, menerapkan keselamatan
kerja, serta mengikuti standar operasional.
“Harapannya, ketika nanti masuk
industri, anak-anak sudah memiliki bekal dasar yang cukup. Mereka tinggal
mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan belajar dari
pengalaman selama PKL,” pungkas Tarmin. (red)


Posting Komentar untuk "Bekali Siswa Hadapi Dunia Kerja, SMKN 2 Ponorogo Gandeng Praktisi Industri"