Karya Siswa SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil di Jogja Fashion Week 2026

Karya Siswa SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil di Jogja Fashion Week 2026
Ponorogo – Kreativitas dan kompetensi peserta didik SMK Negeri 2 Ponorogo kembali mendapat ruang di panggung fashion nasional. Dua talenta muda dari Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB), Revi Liani Putri dan Shahbikha Najma Syakieb, tampil dalam ajang Young Talent Fashion Showcase Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).

Dalam gelaran yang mempertemukan talenta muda dari berbagai daerah tersebut, SMK Negeri 2 Ponorogo berkesempatan menampilkan enam koleksi busana yang mengusung kreativitas, inovasi, budaya, serta perspektif fashion berkelanjutan.
Koleksi bertajuk “Resonansi Wastra Nusantara: Heritage in Motion” merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia yang terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Inspirasi tersebut diwujudkan melalui perpaduan motif batik Ponorogo dan wastra Nusantara, dinamika seni budaya Reog Ponorogo, siluet busana modern, serta konsep sustainable fashion. Enam koleksi yang ditampilkan masing-masing bertajuk Genesis, Harmony, Transformation, Empower, Sustain, dan Resonance.

Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, keikutsertaan dalam JFW 2026 bukan sekadar kesempatan tampil di runway. Ajang tersebut menjadi bagian dari pembelajaran vokasi berbasis pengalaman nyata. Peserta didik terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari riset tren, penggalian ide, penyusunan konsep, desain dan pembuatan pola, produksi, fitting, evaluasi, hingga persiapan presentasi karya.

Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., mengatakan pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membekali peserta didik menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga memahami bagaimana sebuah karya dipersiapkan, dipresentasikan, dan diapresiasi dalam lingkungan industri. Tampil di Jogja Fashion Week menjadi pengalaman berharga untuk membangun kreativitas, kepercayaan diri, profesionalisme, dan daya saing mereka.”

Karya Siswa SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil di Jogja Fashion Week 2026
Menurut Suryanto, karya siswa merupakan hasil pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, budaya, teknologi, dan kewirausahaan. Pendekatan tersebut sejalan dengan penguatan pendidikan vokasi melalui Project Based Learning dan Teaching Factory.

Sementara itu, Waka Humas SMK Negeri 2 Ponorogo, Tarmin, S.Kom., menilai keikutsertaan dalam JFW 2026 menjadi ruang aktualisasi sekaligus sarana memperkuat jejaring sekolah dengan dunia industri.

“Ini bukan sekadar tampil di panggung fashion. Bagi peserta didik, pengalaman ini menjadi bagian dari proses membangun portofolio, jejaring, sekaligus memahami standar profesional industri. Bagi sekolah, momentum ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan generasi kreatif yang berani berkarya dan membawa potensi budaya lokal ke panggung yang lebih luas.”

Dari sisi pembelajaran, Ketua Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana, Nila Mawarti, S.Pd., menyebut proses menuju JFW 2026 memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. 

“Anak-anak belajar dari proses awal, mulai menggali ide, melakukan riset, menentukan konsep, membuat desain dan pola, memproduksi busana, melakukan fitting dan evaluasi, hingga mempersiapkan karya untuk tampil di runway. Proses seperti ini sangat penting untuk membentuk keterampilan teknis sekaligus karakter kerja yang profesional.”

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi, baik ketika memasuki dunia kerja maupun saat membangun usaha di bidang fashion.


Karya Siswa SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil di Jogja Fashion Week 2026
Implementasi Teaching Factory turut memperkuat proses pembelajaran tersebut. Peserta didik dilatih bekerja melalui alur yang menyerupai proses industri, mulai dari menerima proyek, menyusun perencanaan, menghitung kebutuhan bahan, menjaga kualitas produk hingga mempresentasikan karya kepada publik.


Selain Revi Liani Putri dan Shahbikha Najma Syakieb sebagai desainer siswa, keikutsertaan dalam JFW 2026 juga mendapat pendampingan dari guru Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana serta tim pendamping sekolah.


Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, tampil di JFW 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa karya siswa dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memiliki nilai budaya, kreativitas, dan potensi industri.


Melalui “Resonansi Wastra Nusantara: Heritage in Motion”, peserta didik SMK Negeri 2 Ponorogo membuktikan bahwa budaya lokal dapat terus tumbuh dan relevan ketika diolah melalui kreativitas, inovasi, dan kompetensi generasi muda.


Dari Ponorogo untuk panggung nasional, siswa SMK Negeri 2 Ponorogo terus berkarya, berinovasi, dan siap melangkah menuju dunia industri.



Posting Komentar untuk "Karya Siswa SMK Negeri 2 Ponorogo Tampil di Jogja Fashion Week 2026"