![]() |
| Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival |
Ajang yang digelar di Jalan
Alun-Alun Utara, tepat di depan Paseban Ponorogo, tersebut merupakan rangkaian
Ponorogo Creative Festival yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026. Ribuan
masyarakat memadati kawasan alun-alun untuk menikmati beragam karya dari
komunitas kreatif, pelaku UMKM, instansi, hingga lembaga pendidikan.
SMK Negeri 2 Ponorogo menghadirkan
koleksi Oversized Asimetris, sebuah konsep yang memadukan siluet longgar dengan
potongan asimetris bernuansa modern. Koleksi ini menjadi representasi
transformasi wastra Indonesia melalui sentuhan desain kontemporer tanpa
meninggalkan akar budaya lokal.
![]() |
| Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival |
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo,
Suryanto, M.Pd., mengatakan keikutsertaan sekolah dalam festival tersebut
merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata yang memberikan
ruang bagi siswa untuk menunjukkan kompetensinya kepada masyarakat.
"Kami ingin masyarakat melihat
bahwa karya yang tampil malam ini lahir dari tangan-tangan kreatif siswa
sendiri. Mereka belajar mulai dari proses merancang, menjahit, menata rias,
hingga menampilkan hasilnya di atas panggung. Inilah pendidikan vokasi yang
sesungguhnya, belajar dengan menghasilkan karya," ujarnya.
Seluruh busana yang ditampilkan
merupakan hasil karya siswa Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana.
Penampilan semakin sempurna berkat sentuhan tata rias dan penataan rambut yang
dikerjakan oleh siswa Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut.
Sementara itu, karya-karya tersebut diperagakan oleh anggota ekstrakurikuler
Fashion Show dengan pendampingan guru pembimbing.
![]() |
| Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival |
Persiapan dilakukan selama beberapa
pekan. Dimulai dari penyusunan konsep sesuai tema, pengembangan desain, proses
produksi, penyempurnaan detail, fitting busana, hingga latihan koreografi di
atas catwalk. Seluruh tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang
mengedepankan standar industri.
Tema Oversized Asimetris dipilih
untuk menggambarkan keberanian bereksplorasi dalam dunia fesyen. Siluet
oversized menghadirkan kesan modern dan dinamis, sedangkan potongan asimetris
merepresentasikan keberagaman yang berpadu dalam harmoni. Material wastra
Indonesia seperti batik, tenun, dan lurik dipadukan dengan pendekatan desain
masa kini sehingga menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan industri
mode.
Dominasi warna merah dan hitam
semakin memperkuat karakter koleksi tersebut. Merah melambangkan semangat dan
keberanian, sedangkan hitam mencerminkan ketegasan, kekuatan, dan identitas
Kabupaten Ponorogo.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan
Masyarakat SMK Negeri 2 Ponorogo, Tarmin, S.Kom., menilai keikutsertaan dalam
Ponorogo Creative Festival menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kualitas
pendidikan vokasi sekaligus memperluas jejaring dengan dunia industri kreatif.
"Festival ini bukan hanya
panggung pertunjukan, tetapi juga panggung promosi kompetensi siswa. Masyarakat
dapat melihat secara langsung kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya
yang berkualitas. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di SMK Negeri 2 Ponorogo
benar-benar berorientasi pada praktik, kreativitas, dan kebutuhan
industri," katanya.
Menurut Tarmin, kekuatan utama
penampilan SMK Negeri 2 Ponorogo terletak pada kolaborasi antarkonsentrasi
keahlian. Siswa busana bertanggung jawab pada desain dan produksi pakaian,
siswa tata kecantikan menangani rias wajah serta penataan rambut, sedangkan
anggota ekstrakurikuler Fashion Show mempersembahkan karya tersebut melalui
penampilan profesional di atas catwalk.
"Seluruh proses dikerjakan oleh
siswa dengan guru sebagai mentor yang memastikan setiap tahapan memenuhi standar
industri. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting untuk membangun
kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, sekaligus memperkuat portofolio
sebelum mereka memasuki dunia kerja,"
tambahnya.
Partisipasi dalam Street Fashion
Carnival kembali menegaskan komitmen SMK Negeri 2 Ponorogo dalam menghadirkan
pembelajaran vokasi yang produktif, kolaboratif, dan berbasis karya. Melalui
kreativitas yang ditampilkan di panggung publik, sekolah membuktikan bahwa
lulusan vokasi tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi
insan kreatif yang berdaya saing serta membawa potensi budaya lokal ke panggung
yang lebih luas. (red)



Posting Komentar untuk "Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival"