Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival

Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival
Ponorogo, infosmk.com -  Karya-karya terbaik siswa SMK Negeri 2 Ponorogo mencuri perhatian pengunjung dalam Street Fashion Carnival yang menjadi bagian dari Ponorogo Creative Festival 2026, Kamis (6/8) malam. Busana bertema Oversized Asimetris tampil memikat di atas catwalk sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas siswa vokasi mampu bersaing di ruang publik.

Ajang yang digelar di Jalan Alun-Alun Utara, tepat di depan Paseban Ponorogo, tersebut merupakan rangkaian Ponorogo Creative Festival yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026. Ribuan masyarakat memadati kawasan alun-alun untuk menikmati beragam karya dari komunitas kreatif, pelaku UMKM, instansi, hingga lembaga pendidikan.

Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival
SMK Negeri 2 Ponorogo menghadirkan koleksi Oversized Asimetris, sebuah konsep yang memadukan siluet longgar dengan potongan asimetris bernuansa modern. Koleksi ini menjadi representasi transformasi wastra Indonesia melalui sentuhan desain kontemporer tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., mengatakan keikutsertaan sekolah dalam festival tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman nyata yang memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kompetensinya kepada masyarakat.

"Kami ingin masyarakat melihat bahwa karya yang tampil malam ini lahir dari tangan-tangan kreatif siswa sendiri. Mereka belajar mulai dari proses merancang, menjahit, menata rias, hingga menampilkan hasilnya di atas panggung. Inilah pendidikan vokasi yang sesungguhnya, belajar dengan menghasilkan karya," ujarnya.

Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival
Seluruh busana yang ditampilkan merupakan hasil karya siswa Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana. Penampilan semakin sempurna berkat sentuhan tata rias dan penataan rambut yang dikerjakan oleh siswa Konsentrasi Keahlian Tata Kecantikan Kulit dan Rambut. Sementara itu, karya-karya tersebut diperagakan oleh anggota ekstrakurikuler Fashion Show dengan pendampingan guru pembimbing.

Persiapan dilakukan selama beberapa pekan. Dimulai dari penyusunan konsep sesuai tema, pengembangan desain, proses produksi, penyempurnaan detail, fitting busana, hingga latihan koreografi di atas catwalk. Seluruh tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mengedepankan standar industri.

Tema Oversized Asimetris dipilih untuk menggambarkan keberanian bereksplorasi dalam dunia fesyen. Siluet oversized menghadirkan kesan modern dan dinamis, sedangkan potongan asimetris merepresentasikan keberagaman yang berpadu dalam harmoni. Material wastra Indonesia seperti batik, tenun, dan lurik dipadukan dengan pendekatan desain masa kini sehingga menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan industri mode.

Dominasi warna merah dan hitam semakin memperkuat karakter koleksi tersebut. Merah melambangkan semangat dan keberanian, sedangkan hitam mencerminkan ketegasan, kekuatan, dan identitas Kabupaten Ponorogo.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK Negeri 2 Ponorogo, Tarmin, S.Kom., menilai keikutsertaan dalam Ponorogo Creative Festival menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus memperluas jejaring dengan dunia industri kreatif.

"Festival ini bukan hanya panggung pertunjukan, tetapi juga panggung promosi kompetensi siswa. Masyarakat dapat melihat secara langsung kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya yang berkualitas. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran di SMK Negeri 2 Ponorogo benar-benar berorientasi pada praktik, kreativitas, dan kebutuhan industri," katanya.

Menurut Tarmin, kekuatan utama penampilan SMK Negeri 2 Ponorogo terletak pada kolaborasi antarkonsentrasi keahlian. Siswa busana bertanggung jawab pada desain dan produksi pakaian, siswa tata kecantikan menangani rias wajah serta penataan rambut, sedangkan anggota ekstrakurikuler Fashion Show mempersembahkan karya tersebut melalui penampilan profesional di atas catwalk.

"Seluruh proses dikerjakan oleh siswa dengan guru sebagai mentor yang memastikan setiap tahapan memenuhi standar industri. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, sekaligus memperkuat portofolio sebelum mereka memasuki dunia kerja," tambahnya.

Partisipasi dalam Street Fashion Carnival kembali menegaskan komitmen SMK Negeri 2 Ponorogo dalam menghadirkan pembelajaran vokasi yang produktif, kolaboratif, dan berbasis karya. Melalui kreativitas yang ditampilkan di panggung publik, sekolah membuktikan bahwa lulusan vokasi tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi insan kreatif yang berdaya saing serta membawa potensi budaya lokal ke panggung yang lebih luas. (red)

Posting Komentar untuk "Karya Siswa SMKN 2 Ponorogo Curi Perhatian di Street Fashion Carnival"