SMK Negeri 2 Ponorogo Gandeng Waringin Hospitality, Siapkan Talenta Muda Perhotelan Berstandar Industri

SMK Negeri 2 Ponorogo Gandeng Waringin Hospitality, Siapkan Talenta Muda Perhotelan Berstandar Industri
Ponorogo, SMK Negeri 2 Ponorogo terus memperkuat kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan vokasi yang kompeten, profesional, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Waringin Hospitality Hotel Group dalam kegiatan Penguatan Budaya Kerja dan Standar Pelayanan Industri Perhotelan, yang dirangkaikan dengan Seleksi Kelas Industri bagi murid Konsentrasi Keahlian Perhotelan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Ponorogo, Selasa (21/7/2026), tersebut diikuti murid kelas X Konsentrasi Keahlian Perhotelan dengan didampingi bapak dan ibu guru.

Kegiatan dibuka oleh Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., yang menegaskan bahwa keterlibatan industri dalam pendidikan vokasi menjadi faktor penting untuk memastikan kompetensi yang dipelajari peserta didik tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Karena itu, murid perlu mendapatkan pengalaman dan pemahaman langsung mengenai budaya kerja serta standar pelayanan yang diterapkan oleh industri. Kami berharap melalui kolaborasi bersama Waringin Hospitality, murid tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga karakter kerja, disiplin, etos pelayanan, dan kesiapan untuk memasuki dunia profesional,” ujar Suryanto.

Menurutnya, kehadiran Kelas Industri menjadi salah satu strategi sekolah dalam memperkuat link and match antara pembelajaran di satuan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Kelas Industri bukan sekadar program pembelajaran tambahan. Ini adalah jembatan yang mempertemukan proses pendidikan dengan realitas dunia kerja. Kami ingin memberikan ruang kepada murid untuk belajar dari industri sejak dini, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih jelas tentang standar kompetensi dan profesionalisme yang harus dimiliki ketika nantinya terjun ke dunia kerja,” lanjutnya.

Senada dengan hal tersebut, Waka Kurikulum SMK Negeri 2 Ponorogo, Nur Cahyono, S.Kom., menjelaskan bahwa Kelas Industri merupakan program kolaborasi antara sekolah kejuruan dengan perusahaan yang dirancang untuk menyelaraskan proses pembelajaran di sekolah dengan standar kompetensi dunia kerja.

“Kelas Industri adalah program kolaborasi antara sekolah kejuruan atau SMK dengan perusahaan yang dirancang untuk mensinkronkan kurikulum pendidikan dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Melalui program ini, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan industri, termasuk materi dan pembelajaran langsung dari instruktur profesional serta pengenalan terhadap fasilitas dan lingkungan kerja yang berstandar industri,” jelas Nur Cahyono.

Menurutnya, program Kelas Industri juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan karier peserta didik. Sinergi antara sekolah dan industri memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman praktik melalui program magang sekaligus membuka akses informasi mengenai peluang rekrutmen kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Kami berharap Kelas Industri ini dapat menjadi jembatan yang semakin kuat antara sekolah dan dunia kerja. Siswa tidak hanya belajar untuk mendapatkan nilai, tetapi juga mempersiapkan diri secara nyata agar memiliki kompetensi, pengalaman, sikap profesional, dan kesiapan memasuki dunia industri. Dengan demikian, ketika lulus nanti, mereka memiliki bekal yang lebih kuat untuk bekerja, berkembang, dan berkarier,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, para murid mendapatkan pembekalan mengenai budaya kerja dan standar pelayanan yang diterapkan di industri perhotelan. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk memahami bahwa industri hospitality tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga menuntut sikap profesional, komunikasi yang efektif, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta orientasi terhadap kepuasan pelanggan.

Sementara itu, Haidar Anash Rullah dari Waringin Hospitality Hotel Group menyampaikan komitmen perusahaan untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan karakter sesuai kebutuhan industri perhotelan.

“Kami melihat pendidikan vokasi sebagai bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia untuk industri perhotelan. Karena itu, kami berupaya membangun kolaborasi dengan sekolah melalui program Kelas Industri, sehingga siswa dapat mengenal budaya kerja dan standar industri lebih awal. Harapannya, ketika mereka masuk ke dunia kerja, mereka sudah memiliki kesiapan kompetensi sekaligus mental kerja yang baik,” ungkap Haidar.

Ia menegaskan bahwa kemitraan antara sekolah dan industri idealnya tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi berkembang menjadi ekosistem kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi, Waringin Hospitality juga memberikan perhatian melalui berbagai program, termasuk program beasiswa bagi siswa berprestasi di Jawa Timur serta penyelenggaraan Kelas Industri yang diarahkan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman kepada siswa SMK agar lebih siap memasuki industri perhotelan.

Selain penguatan kompetensi, Waringin Hospitality juga membuka akses informasi terkait peluang rekrutmen dan lowongan pekerjaan pada unit-unit hotel yang berada di bawah naungannya. Hal ini diharapkan dapat memperluas akses informasi karier sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan pendidikan vokasi.

“Kami juga terbuka untuk memberikan informasi mengenai peluang rekrutmen di unit-unit yang berada di bawah Waringin Hospitality. Kami berharap siswa memiliki motivasi untuk terus meningkatkan kompetensinya, karena industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki attitude dan budaya kerja yang baik,” jelas Haidar.

Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang semakin dekat dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan Waringin Hospitality diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus membuka ruang pengembangan kompetensi dan karier bagi peserta didik.

Sementara itu, Seleksi Kelas Industri menjadi momentum bagi murid untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga kesiapan sikap, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter profesional yang menjadi fondasi penting dalam industri perhotelan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen SMK Negeri 2 Ponorogo untuk terus memperkuat pendidikan vokasi melalui sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter profesional dan persiapan karier generasi muda.

Melalui sinergi sekolah dan industri, SMK Negeri 2 Ponorogo optimistis mampu mencetak lulusan yang semakin adaptif, kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Kolaborasi bersama Waringin Hospitality Hotel Group menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan talenta muda perhotelan yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memiliki peluang lebih luas untuk berkembang di dunia kerja. (red)

Posting Komentar untuk "SMK Negeri 2 Ponorogo Gandeng Waringin Hospitality, Siapkan Talenta Muda Perhotelan Berstandar Industri"