![]() |
| Face Recognition Jatim Presensi Resmi Diterapkan, SMK Negeri 2 Ponorogo Siap Wujudkan Kehadiran ASN yang Akuntabel |
Penerapan teknologi Face Recognition merupakan bagian dari pembaruan sistem presensi digital yang sebelumnya telah melalui tahapan perekaman wajah secara mandiri oleh masing-masing ASN serta proses verifikasi (approval) oleh fasilitator presensi pada 10–25 Juni 2026. Setelah seluruh tahapan tersebut dilaksanakan, fitur Face Recognition resmi diterapkan secara serentak mulai 1 Juli 2026 bagi seluruh ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Implementasi kebijakan tersebut juga mulai dilaksanakan di SMK Negeri 2 Ponorogo. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berstatus ASN mengikuti presensi menggunakan teknologi Face Recognition melalui aplikasi Jatim Presensi sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi tata kelola kepegawaian di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pada hari pertama pelaksanaan, beberapa ASN sempat mengalami kendala teknis berupa proses verifikasi yang lebih lambat maupun aplikasi yang sesekali mengalami gangguan akses. Kondisi tersebut dinilai sebagai hal yang wajar mengingat jutaan ASN di seluruh Jawa Timur secara bersamaan mulai mengakses sistem baru. Seiring berjalannya waktu, proses presensi kembali berjalan normal sehingga aktivitas kehadiran pegawai tetap dapat berlangsung dengan baik.
Sesuai petunjuk teknis Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, penggunaan Face Recognition mengharuskan ASN memperbarui aplikasi Jatim Presensi ke versi terbaru, melakukan autentikasi ulang, serta melakukan perekaman wajah dengan pencahayaan yang memadai agar sistem mampu mengenali identitas pengguna secara optimal. Seluruh hasil perekaman juga wajib melalui proses verifikasi oleh fasilitator presensi sebelum fitur tersebut dapat digunakan secara penuh.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inovasi digital yang terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas tata kelola Aparatur Sipil Negara.
"Penerapan Face Recognition pada aplikasi Jatim Presensi merupakan langkah maju dalam mewujudkan sistem kehadiran ASN yang lebih akuntabel, transparan, dan modern. Meskipun pada hari pertama masih terdapat beberapa kendala teknis karena tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan, hal tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi yang sangat wajar dalam sebuah transformasi digital berskala besar," ujarnya.
Menurut Suryanto, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan ASN di SMK Negeri 2 Ponorogo menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung kebijakan tersebut dengan mengikuti setiap tahapan yang telah ditetapkan, mulai dari perekaman wajah hingga proses verifikasi.
Penerapan Face Recognition pada Jatim Presensi menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun birokrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Melalui sistem yang lebih aman, akurat, dan transparan, diharapkan kualitas data kehadiran ASN semakin meningkat, sekaligus memperkuat budaya disiplin serta profesionalisme aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bagi SMK Negeri 2 Ponorogo, implementasi teknologi ini tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga mencerminkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Semangat adaptif yang ditunjukkan seluruh GTK menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus menghadirkan budaya kerja yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Red)

Posting Komentar untuk "Face Recognition Jatim Presensi Resmi Diterapkan, SMK Negeri 2 Ponorogo Siap Wujudkan Kehadiran ASN yang Akuntabel"