![]() |
| 537 Siswa SMKN 2 Ponorogo Ikuti Gladi Bersih TKA 2026 |
Gladi bersih tidak hanya menjadi
ajang simulasi pengerjaan tes. Para siswa juga diperkenalkan secara langsung
dengan mekanisme pelaksanaan TKA berbasis aplikasi. Mulai dari proses login,
memasukkan token, mengakses soal, mengerjakan hingga menyelesaikan tes, seluruh
tahapan dipraktikkan.
Dengan demikian, siswa diharapkan
lebih familiar dengan sistem yang akan digunakan sehingga dapat mengikuti
pelaksanaan TKA dengan tenang dan percaya diri.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo
Suryanto, M.Pd. mengatakan, gladi bersih memiliki peran penting untuk
memastikan kesiapan dari sisi peserta didik maupun teknis penyelenggaraan.
“Gladi bersih ini penting untuk
memastikan perangkat, jaringan, aplikasi, maupun prosedur pelaksanaan sudah
dipersiapkan dengan baik. Dengan simulasi ini, seluruh pihak yang terlibat bisa
memahami alur pelaksanaan sehingga kendala teknis dapat diminimalkan,” ujarnya.
Menurut Suryanto, kesiapan tersebut
diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan TKA yang tertib dan lancar. Selain
itu, pengalaman mengikuti simulasi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk
mengenali mekanisme tes sebelum menghadapi pelaksanaan yang sebenarnya.
![]() |
| 537 Siswa SMKN 2 Ponorogo Ikuti Gladi Bersih TKA 2026 |
Dalam gladi bersih, siswa tidak
diwajibkan menyelesaikan soal hingga waktu tes berakhir. Fokus utama kegiatan
adalah memastikan peserta memahami setiap tahapan penggunaan aplikasi serta
mengetahui prosedur yang harus dilakukan selama tes berlangsung.
Waka Kurikulum SMK Negeri 2 Ponorogo
Nur Cahyono, S.Kom. menjelaskan, dari total 561 siswa, sebanyak 537 siswa
mengikuti TKA, sementara 24 siswa tidak mengikuti TKA.
Pelaksanaan gladi bersih dibagi
menjadi dua gelombang dan tiga sesi dengan memanfaatkan lima laboratorium
komputer yang tersedia di sekolah.
“Kami menggunakan sistem semi online
dan kami membagi pelaksanaan dalam beberapa sesi dan memanfaatkan lima lab agar
seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib. Dari sisi teknis maupun
koordinasi, kami terus melakukan persiapan,” jelasnya.
Dari pilihan mata pelajaran,
terlihat keberagaman minat sekaligus kuatnya karakter pendidikan vokasi yang
menjadi bagian dari pembelajaran di SMKN 2 Ponorogo.
Pada Mapil 1, pilihan terbanyak
adalah Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) dengan 212 siswa.
Sementara pada Mapil 2, pilihan terbanyak adalah Program Keahlian yang dipilih
448 siswa.
Komposisi tersebut menunjukkan
besarnya perhatian siswa terhadap penguatan kompetensi kejuruan dan
kewirausahaan. Bekal tersebut menjadi penting bagi lulusan SMK, baik untuk
memasuki dunia kerja, membangun usaha maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang
berikutnya.
Bagi sekolah, gladi bersih sekaligus
menjadi ruang evaluasi. Hasil simulasi dapat digunakan untuk memastikan
kesiapan perangkat, jaringan, aplikasi, proktor, teknisi, pengawas, serta
peserta didik sebelum memasuki pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Dengan persiapan yang dilakukan
secara terpadu, SMKN 2 Ponorogo optimistis pelaksanaan TKA 2026 dapat
berlangsung tertib, lancar, dan sesuai prosedur.
Lebih dari sekadar simulasi tes,
kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun kesiapan, kedisiplinan,
kemandirian, dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tahapan pendidikan dan
masa depan mereka. (red)


Posting Komentar untuk "537 Siswa SMKN 2 Ponorogo Ikuti Gladi Bersih TKA 2026"