![]() |
| SMKN 2 Ponorogo Kembangkan SIKAP, Perkuat Ketahanan Pangan dari Sekolah |
Semangat tersebut dikembangkan SMK Negeri 2 Ponorogo melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Program ini menjadi salah satu inovasi SMKN 2 Ponorogo dalam memperkuat pendidikan ketahanan pangan sekaligus menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan kehidupan nyata.
Melalui Program SIKAP SMKN 2 Ponorogo, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang ketahanan pangan secara teori, tetapi juga diajak mengenal proses produksi pangan melalui praktik budidaya tanaman dan pemanfaatan lingkungan sekolah.
![]() |
| SMKN 2 Ponorogo Kembangkan SIKAP, Perkuat Ketahanan Pangan dari Sekolah |
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., mengatakan Program SIKAP merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermanfaat bagi kehidupan siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami ketahanan pangan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menanam, merawat, dan memanfaatkan lingkungan secara produktif. Harapannya, siswa tumbuh menjadi generasi yang terampil, mandiri, inovatif, dan peduli terhadap ketahanan pangan,” ujar Suryanto.
Program SIKAP menjadikan lingkungan SMKN 2 Ponorogo sebagai ruang belajar yang produktif. Lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran untuk mengenalkan siswa pada praktik budidaya tanaman secara langsung.
![]() |
| SMKN 2 Ponorogo Kembangkan SIKAP, Perkuat Ketahanan Pangan dari Sekolah |
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk melihat,
mencoba, menanam, merawat, mengamati pertumbuhan tanaman, hingga mengevaluasi
hasilnya.
Pendekatan ini membuat pendidikan ketahanan pangan menjadi lebih kontekstual. Siswa dapat memahami bahwa pangan merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
Inovasi ketahanan pangan SMKN 2 Ponorogo tidak berhenti pada aktivitas menanam. Lebih jauh, Program SIKAP menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penguatan keterampilan siswa.
Semangat tersebut sejalan dengan pendidikan vokasi yang
mendorong peserta didik memiliki keterampilan praktis, kreatif, adaptif,
mandiri, serta mampu melihat peluang dari lingkungan di sekitarnya.
Melalui program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, siswa belajar menghubungkan pengetahuan dengan praktik nyata. Mereka memperoleh pengalaman bahwa aktivitas sederhana seperti menanam dan merawat tanaman dapat menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kemandirian sekaligus menumbuhkan wawasan kewirausahaan.
![]() |
| SMKN 2 Ponorogo Kembangkan SIKAP, Perkuat Ketahanan Pangan dari Sekolah |
Program SIKAP SMKN 2 Ponorogo memadukan pendidikan, lingkungan, keterampilan, kreativitas, dan kepedulian terhadap pangan. Melalui program tersebut, sekolah mendorong siswa untuk melihat lingkungan bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan potensi produktif.
Pengembangan inovasi ketahanan pangan di sekolah diharapkan memberikan manfaat bagi warga sekolah sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan sekolah ketahanan pangan di Ponorogo. Sebab, ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana.
Dari lingkungan sekolah, siswa belajar menanam. Dari proses menanam, mereka belajar merawat. Dari proses merawat, mereka belajar bertanggung jawab. Dari hasil yang diperoleh, mereka belajar tentang kemandirian. Dari sekolah, tumbuh generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga peduli terhadap pangan dan masa depan. (red)




Posting Komentar untuk "SMKN 2 Ponorogo Kembangkan SIKAP, Perkuat Ketahanan Pangan dari Sekolah"