 |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi GTK melalui Diklat Deep Learning Berbasis AI dan Pelayanan Prima, Wujudkan Vokasi Adaptif Era Digital |
Ponorogo, infosmk.com – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan vokasi terus diperkuat SMK Negeri 2 Ponorogo. Sekolah yang dikenal aktif menghadirkan berbagai inovasi pendidikan ini menyelenggarakan Diklat Optimalisasi Deep Learning dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Pelayanan Prima sebagai Budaya Kerja bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK), Kamis, 16 Juli 2026 di Aula SMK Negeri 2 Ponorogo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya kerja profesional
sekaligus mempersiapkan pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi
digital dan kebutuhan dunia kerja.
Diklat dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo
Maskun, S.Pd., M.M., Koordinator Pengawas SMK Sumarwan, S.T., M.MT., Kasi SMK
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo Denianto, S.H., Pengawas Sekolah Dr.
Mujiono, S.Pd., M.Pd., Ketua Komite Sekolah Dr. Syarifan Nurjan, M.A.,
serta jajaran manajemen sekolah.
 |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi GTK melalui Diklat Deep Learning Berbasis AI dan Pelayanan Prima, Wujudkan Vokasi Adaptif Era Digital |
Sebanyak 132 guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan
tersebut. Pelaksanaan diklat dibagi menjadi dua kelompok. Para guru mengikuti
materi Optimalisasi Deep Learning dengan Pemanfaatan AI untuk
Mewujudkan Merdeka Belajar di Aula TKJ, sedangkan tenaga kependidikan
memperoleh materi Pelayanan Prima sebagai Budaya Kerja di Aula
Usaha Perjalanan Wisata (UPW).
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, M.Pd., dalam
sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang
telah berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan kompetensi tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi ilmu dan
pengalaman. Saya berharap seluruh bapak dan ibu dapat mengikuti diklat ini
dengan sungguh-sungguh sehingga materi yang diperoleh benar-benar dapat
diimplementasikan dalam pembelajaran maupun pelayanan kepada peserta
didik," ujarnya.
Menurut Suryanto, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan
merupakan investasi penting untuk menghadirkan layanan pendidikan vokasi yang
berkualitas, relevan dengan perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan
lulusan yang kompetitif.
Ketua Komite SMK Negeri 2 Ponorogo, Dr. Syarifan Nurjan, M.A.,
menyampaikan bahwa konsep deep learning saat ini menjadi salah
satu isu strategis dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia mengaku bangga karena
SMK Negeri 2 Ponorogo mulai mengimplementasikan pendekatan pembelajaran yang
berorientasi pada capaian kompetensi peserta didik sesuai bidang keahliannya. |
| SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi GTK melalui Diklat Deep Learning Berbasis AI dan Pelayanan Prima, Wujudkan Vokasi Adaptif Era Digital |
"Deep learning saat ini menjadi pembahasan yang sangat penting di dunia
pendidikan. Kami bangga sekolah ini mulai menerapkannya. Harapan kami, lulusan
SMK Negeri 2 Ponorogo benar-benar memiliki kompetensi yang menjadi keunggulan
sesuai bidangnya sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun pendidikan
lanjutan," ungkapnya.
Ia menegaskan, komite sekolah memberikan dukungan penuh terhadap berbagai
program peningkatan kompetensi guru karena diyakini akan berdampak langsung
pada kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo,
Maskun, S.Pd., M.M., mengapresiasi iklim kondusif yang selama ini
terbangun di SMK Negeri 2 Ponorogo.
Menurutnya, suasana kerja yang harmonis menjadi modal utama dalam membangun
sekolah yang unggul.
"Selama saya bertugas di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo,
Alhamdulillah SMK Negeri 2 Ponorogo hampir tidak pernah menghadapi persoalan
yang berarti. Kondisi yang kondusif seperti ini harus terus dijaga melalui
komunikasi yang baik dan kebersamaan seluruh warga sekolah," katanya.
Maskun juga menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan harus terus
mengembangkan kompetensi diri, berinovasi, serta mampu mengikuti perkembangan
kurikulum dan teknologi.
"Guru dituntut terus bertumbuh, berinovasi, dan menghasilkan karya yang
berdampak. Semangatnya adalah guru bertumbuh, murid berdampak. Tujuan
akhirnya adalah perubahan karakter peserta didik sekaligus peningkatan
kompetensinya," tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada
peserta didik, orang tua, maupun masyarakat.
"Kita harus bekerja dengan cerdas, tuntas, dan ikhlas. Guru dan tenaga
kependidikan adalah teladan yang tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Karena
itu, berikan pelayanan terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan
pendidikan," ujarnya.
Maskun juga mengajak seluruh GTK untuk bijak memanfaatkan media sosial di
tengah maraknya berbagai tantangan digital, serta mendorong sekolah terus
mengembangkan inovasi melalui Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan
Pangan) yang menjadi salah satu program unggulan Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur.
Pada sesi utama, Dr. Mujiono, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas
Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo, memberikan materi mengenai
optimalisasi deep learning berbasis Artificial Intelligence.
Dalam pelatihan tersebut, para guru memperoleh pendampingan penggunaan
berbagai perangkat AI, seperti Gemini dan beragam AI tools
lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk menyusun modul ajar, perangkat
pembelajaran, bahan ajar, asesmen, hingga meningkatkan efektivitas proses
belajar mengajar.
Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat implementasi pembelajaran
mendalam (deep learning) yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan
materi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas,
kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah sesuai kebutuhan abad ke-21.
Melalui penyelenggaraan diklat ini, SMK Negeri 2 Ponorogo kembali
menunjukkan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang adaptif terhadap
transformasi digital. Penguatan kompetensi guru melalui pemanfaatan Artificial
Intelligence, dipadukan dengan budaya pelayanan prima bagi tenaga kependidikan,
diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas serta
menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan
dunia kerja maupun perkembangan teknologi di masa depan. (Red)
Posting Komentar untuk "SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Kompetensi GTK melalui Diklat Deep Learning Berbasis AI dan Pelayanan Prima, Wujudkan Vokasi Adaptif Era Digital"