![]() |
| Dapur MBG SPPG Jatipurno 1 Wonogiri Jadi Laboratorium Green Vocational, Yayasan Budi Utomo Integrasikan Edukasi Lingkungan Sejak PAUD hingga SMPIT |
Transformasi itu diwujudkan melalui penataan tanaman buah dalam pot
(tabulampot) di area dapur utama. Berbagai tanaman produktif seperti jambu,
anggur brasil, hingga black sapote ditanam untuk menciptakan lingkungan dapur
yang lebih sejuk, bersih, dan edukatif.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SPPG Jatipurno 1 bersama
Kebun Bibit Griya Amanah Jatipurno sebagai upaya mengintegrasikan pelayanan
gizi, ketahanan pangan, dan budaya peduli lingkungan dalam satu kawasan
produktif.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter dan
vokasi di bawah naungan Yayasan Budi Utomo. Selain mengelola SPPG Jatipurno 1
dan lingkungan Pondok Pesantren Bairuha Jatipurno, yayasan tersebut juga
menaungi berbagai lembaga pendidikan mulai dari Pendidikan KB Budi Utomo, PAUD
Budi Utomo, SDIT Budi Utomo, hingga SMPIT Budi Utomo.
Melalui pengembangan kawasan hijau di dapur MBG, Yayasan Budi Utomo ingin
menghadirkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik,
tetapi juga keterampilan hidup, kepedulian lingkungan, dan budaya sehat sejak
usia dini.
Ketua Yayasan Budi Utomo, Aris Setiawan mengatakan konsep penghijauan
produktif tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya sekolah dan
lingkungan belajar yang sehat serta berkelanjutan.
“Lingkungan hijau ini bukan hanya untuk estetika, tetapi juga menjadi sarana
pembelajaran nyata. Anak-anak dapat belajar tentang ketahanan pangan,
kebersihan lingkungan, hingga pengelolaan limbah organik secara langsung
melalui aktivitas di sekitar dapur MBG,” ujarnya.
Menurutnya, konsep green vocational yang diterapkan di kawasan SPPG
Jatipurno 1 diharapkan mampu menanamkan karakter peduli lingkungan sejak
jenjang PAUD hingga SMPIT.
Selain mempercantik kawasan, keberadaan tabulampot juga membantu menyaring
debu, mengurangi polusi udara, dan menjaga stabilitas suhu mikro di area
pengolahan makanan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung sanitasi
dapur pelayanan gizi yang setiap harinya melayani ribuan penerima manfaat.
Pengelola Kebun Bibit Griya Amanah, Tarmin menjelaskan tanaman yang
digunakan berasal dari metode vegetatif unggul sehingga lebih cepat berbuah
meski ditanam di dalam pot.
“Konsep ini menjadi contoh bahwa dapur pelayanan gizi juga bisa menjadi
media edukasi lingkungan dan praktik ketahanan pangan modern. Anak-anak dapat
belajar langsung mengenai budidaya tanaman produktif dan pemanfaatan limbah
organik,” jelasnya.
Ke depan, pengembangan kawasan hijau tersebut juga diarahkan pada sistem
pengelolaan limbah berkelanjutan. Limbah organik dari aktivitas dapur akan
diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair organik untuk mendukung perawatan
tanaman di sekitar kawasan.
SPPG Jatipurno 1 sendiri mulai beroperasi sejak September 2025 dan kini
melayani lebih dari 2.700 penerima manfaat, mulai dari siswa, balita, ibu
hamil, hingga ibu menyusui di wilayah Kecamatan Jatipurno dengan penerapan
standar sanitasi dan kebersihan yang ketat.
Transformasi dapur MBG menjadi kawasan hijau produktif tersebut dinilai
mampu menjadi model pendidikan vokasi berbasis lingkungan yang mengintegrasikan
pelayanan gizi, penghijauan, dan pembelajaran karakter dalam satu ekosistem
berkelanjutan.
Dari Kecamatan Jatipurno, lahir sebuah konsep pendidikan modern yang
sederhana namun berdampak besar: dapur pelayanan gizi bukan sekadar tempat
memasak makanan sehat, tetapi juga ruang tumbuhnya budaya hijau, keterampilan
vokasional, dan kepedulian lingkungan bagi generasi masa depan. (adv)

Posting Komentar untuk "Dapur MBG SPPG Jatipurno 1 Wonogiri Jadi Laboratorium Green Vocational, Yayasan Budi Utomo Integrasikan Edukasi Lingkungan Sejak PAUD hingga SMPIT"