Kadikbud Maluku Utara Turun ke Lahan, Dorong SMK Produktif dan Berdaya Saing Global

Kadikbud Maluku Utara Turun ke Lahan, Dorong SMK Produktif dan Berdaya Saing Global
Tidore, infosmk.com - Di bawah terik matahari Sabtu pagi, lahan hijau seluas kurang lebih satu hektare di SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan tampak hidup dan produktif. Jagung siap dipanen, sayuran hidroponik tumbuh rapi, sementara barisan tanaman hortikultura baru saja ditanam oleh peserta didik. Suasana pembelajaran berbasis praktik itu semakin bermakna saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, ikut turun langsung ke lahan, menanam dan memanen bersama para siswa.

Didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sofyan, Kepala Bidang SMK Makmur, serta Kepala Bidang GTK Ramli Kamaludin, kunjungan kerja tersebut menjadi simbol pendekatan pendidikan yang membumi—belajar tidak hanya dari ruang kelas, tetapi juga dari praktik nyata di lapangan.

Kegiatan panen dan penanaman tersebut merupakan hasil praktik peserta didik Program Keahlian Pertanian SMK Negeri 3 Tidore Kepulauan. Selain sebagai implementasi pembelajaran berbasis praktik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi lahan produktif sekolah. Bagi SMK, lahan sekolah bukan sekadar aset, melainkan ruang belajar yang menumbuhkan keterampilan, etos kerja, dan karakter kewirausahaan peserta didik.

Di hadapan para kepala sekolah dan dewan guru, Abubakar Abdullah memaparkan 7 Agenda Aksi Pendidikan 2026, sekaligus menguraikan arah kebijakan dan program penguatan SMK yang tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia menyampaikan bahwa Direktorat SMK menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026 untuk berbagai program strategis. Program tersebut meliputi sertifikasi kompetensi peserta didik, sertifikasi bahasa asing, revitalisasi SMK, penguatan sarana dan prasarana pembelajaran, kerja sama dan akses keberlanjutan luar negeri, proyek kreatif dan kewirausahaan, digitalisasi pembelajaran dan pengembangan konten, penguatan mutu SMK teaching factory, pembelajaran berbasis proyek, pengembangan lembaga sertifikasi, sertifikasi mikrokredensial guru kejuruan, hingga program magang guru SMK ke luar negeri.

Mantan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara ini berharap SMK di wilayah Maluku Utara tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu tampil aktif dan kompetitif dalam memanfaatkan berbagai peluang tersebut.

“Saya sudah bertemu langsung dengan pihak Direktorat SMK, dan mereka berharap daerah kita bisa memanfaatkan peluang ini secara maksimal,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Abubakar juga menyinggung penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di SMK. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memfasilitasi 15 dokumen BLUD SMK untuk segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan. BLUD dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekolah, mengoptimalkan pemanfaatan aset dan unit produksi, mendorong kewirausahaan sekolah, serta meningkatkan kualitas lulusan yang siap kerja dan berdaya saing.

Tak kalah penting, Kadikbud menekankan implementasi Program “SMK Menanam”, sebuah program khusus bagi SMK dengan konsentrasi pertanian. Program ini diarahkan agar sekolah lebih produktif dalam memanfaatkan lahan yang tersedia, mengintegrasikan praktik pertanian ke dalam kurikulum, serta berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan lokal.

Melalui berbagai program tersebut, SMK diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga tumbuh sebagai pusat inovasi dan produksi. Dari lahan sekolah, peserta didik belajar mencipta nilai—bagi diri mereka sendiri, sekolah, dan masyarakat sekitar.

Sumber : https://rri.co.id/daerah/2148827/dari-lahan-sekolah-kadikbud-malut-dorong-smk-produktif

 

Posting Komentar untuk "Kadikbud Maluku Utara Turun ke Lahan, Dorong SMK Produktif dan Berdaya Saing Global"